BAB I
PENDAHULUAN
INTRODUCTION
1.1 Latar Belakang
v Zenobia Barlow dan Michael K.Batu
Pusat Ecoliteracy
berlokasi di Berkeley. California
Penawarannya termasuk buku,
pedoman
pengajaran. seminar
pengembangan profesional, akademi kepemimpinan
ainabilitysust, Keynote presentasi dan jasa konsultasi.
Pusat ini didirikan pada tahun 1995 oleh Peter Buckley, DavidW.Orr
dan GayIloag laid
untuk
bergabung dengan mereka
untuk membuat papan
CEL itu.
Ketika
dewan CEL
bertemu untuk pertama kalinya, dalam perjalanan satu jam
bicara itu
mengidentifikasi
sebagian besar
elemen yang masih memandu pekerjaan
Center. Fritjof
iklanvocated mengajar
pengetahuan
dan sistem ekologi pemikiran
yang memandang fenomena
sebagai
keseluruhan dari pada
bagian dan menekankan
hubungan,
Gay menunjukkan kebutuhan
atau kepemimpinan dengan Learvisi dan pengakuan bahwa
perubahan
adalah sebuah proses organik terjadi
konteks seluruh
sekolah,
dan Daud menekankan
pemahaman pola
fisik
dan biologis dan
kearifan
budaya dari tempat-tempat tertentu.
Para reformis ini
mengakui bahwa chievement. Tergantung
sebanyak pada
vitalitas dan kesehatan seluruh
menyisihkan sekolah
seperti pada pemilihan
buku teks, sertifikasi kurikulum, atau
materi
pelajaran. Gerakan
reformasi
sekolah selaras dengan keinginan kita untuk
menerapkan apa
yang dikatakan tentang kepemimpinan dan perubahan sistem. Para
pendukung reformasi sekolah sistemik menyerukan hanya pergeseran-dari seperti
pengambilan keputusan untuk kepemimpinan bersama, dari melihat guru sebagai
ahli untuk melihat mereka sebagai fasilitator.
Pusat ini dimulai dengan
mengeksplorasi cara-cara di mana pendekatan sistem dapat menyediakan lahan
subur untuk mengajar pemahaman ekologi. Upaya awalnya digunakan pada
percobaan di sekolah dan
dialog dengan para pemimpin dalam reformasi sekolah.terinspirasi
kreatf, dan memberikan
konteks untuk mengajar
pengetahuan
dan sistem ekologi berpikir untuk
tim pendidik.
Ada
beberapa yang menyebabkan
perubahan berkelanjutan di bidang pendidikan yaitu sebagai berikut :
1. Berfungsi sebagai seluruh masyarakat
2. Mengungkapkan semangat reformasi sekolah sistemik,dan telah
berkomitmen untuk mengajar pengetahuan ekologi melalui pembelajaran berbasis
proyek terkait dengan tempat-tempat tertentu (CEL merawat untuk termasuk situs
sekolah di perkotaan, pinggiran kota, dan masyarakat pedesaan). Perubahan kelembagaan
berkelanjutan
dalam pendidikan publik dapat mengambil
satu dekade
atau catatan, namun lingkungan di mana perubahan
terjadi adalah cairan
dan dinamis. Kami segera menyadari
bahwa untuk
menjadi agen perubahan yang efektif
kita perlu oper
geseranges it
di antara level berbeda
dari skala
dalam sistem-dari sekolah ividual ke kabupaten
dan kemudian
kemasyarakat sekitar.
Dengan proyek kini diuraikan
dalam buku ini tidak menghasilkan langkah-demi langkah petunjuk untuk
mereplikasi mereka. Kami telah menemukan bahwa program yang sukses tidak selalu
cukup, melainkan
bermigrasi. Sebagai
pendidik, orang tua dan activisis
masyarakat yang menginspirasi mereka
untuk mencari solusi yang memecahkan pola dalam situasi mereka sendiri.
Pendekatan CEL tentang membangun
jaringan mengilhami migrasi strategi program. Untuk pembaca terinspirasi oleh
cerita-cerita di sini yaitu, bagian Sumber Daya buku ini menyediakan rinci
dalam.kebijaksanaan
masyarakat
adat satu landasan
yang sangat
berharga untuk pekerjaan CEL
itu,seperti juga
terinspirasi organisasi
buku ini.Visi, diwakili
oleh tulisan-tulisan di Bagian I.mengambil
pandangan panjang menjadi
sependapat dengan
apa yang
mungkin dibandingkan dengan
praktis aspek
bagaimana
menuju ke sana di Bagian II, adalah perspektif yang bersangkutan dengan
cara hidup
tradisional yang terancam oleh apa yang disebut
kemajuan dan pembangunan.
Dalam buku ini kami telah menemukan empat
perspektif untuk beberapa alasan. Pertama, kami ingin menghormati Jeannette dan
mengakui betapa mereka telah membentuk persepsi CEL tentang pendidikan untuk
masyarakat yang berkelanjutan. Kedua, kita mengakui pendekatan pengambilan
keputusan ini sebagai representasi indah menyadari dan berguna. Selanjutnya,
pengakuan bahwa masyarakat belum benar-benar meneliti masalah sampai dianggap
sudah keempat perspektif dan bahwa upaya yang mungkin akan pendiri kecuali
membahas keprihatinan semua empat adalah salah satu supaya, dan sekaligus
terdalam.
Perspektif
ini, tentu saja konstruksi, alat-alat konseptual
untuk membantu kita mengingat
untuk berpikir
dalam hal seluruh sistem. Dan mereka juga
memberikan inspirasi
visi keragaman dan
saling
ketergantungan yang menjaga seluruh
sistem yang
sehat dan tangguh dan
yang memungkinkan masyarakat yang berkelanjutan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Revolusi
Langkah-Langkah Pada
Membangun Iklim untuk Perubahan
Wawancara dengan
Neil Smith, Mantan Kepala Martin
Luther
King Middle School, Berkeley, California
Leslie Comnes
Alasan
bahwa
lembaga melakukan perubahan adalah
perlunya membangun hubungan.
Meskipun saat itu sering tidak diperhitungkan baik buruknya dan dipandang
sebelah mata oleh mereka yang ingin mendapatkan perubahan tanpa adanya kerja
keras dalam membangun hubungan itu. Wawancara ini mengisi beberapa kekosongan
penting. Ketika Neil Smith datang ke Martin Luther King di tahun 1989. Lima
tahun sebelum pertemuannya dengan Alice Waters, ia tiba-tiba berhenti di
sekolah demolarisasi yang telah beberapa kali berganti kepala sekolah. Disiplin
adalah permasalahan besar disekolah ini. Smith menjelaskan bagaimana ia
mendapatkan kepercayaan sekolah untuk membangun hubungan dan komunitas sekolah
untuk tahap perubahan. Jika kita bekerja sama dan menetapkan tujuan untuk
membangun perubahan sikap bagi para siswa dan guru di lingkungan sekolah itu,
dan memiliki pengetahuan tentang itu, kita bisa mengubah sekolah.
Sebagai
cara untuk membantu guru merasa didukung. Salah satu tujuan pertama adalah
untuk mendapatkan disiplin siswa secara langsung. Aku berharap mereka tidak
akan pernah meyerah dan juga diharapkan bahwa pada akhir tahun kita bisa
membuat perubahan disiplin yang lebih baik.
Dengan
komite revolusioner di sekolah. Panitia menjadi bagian dari serat sekolah,
tampaknya bahwa ketika staf merasakan lebih banyak masalah, lebih banyak orang
menghadiri komite revolusioner dan ketika semuanya berjalan lancer sedikit
orang yag datang. Namun hal ini dapat memperlambat perubahan, ketidakpuasan
dengan status sering memacu orang untuk bergerak lebih cepat dalam perubahan.
Salah satu ide yang bisa memberikan dampak positif iklim sekolah dan kurikulum
sekolah masuk itu tampaknya membuat banyak pemikiran bagi saya.
Sebagai
seseorang yang berpendidikan, kita tahu bahwa banyak ide besar datang secara
bersamaan. Berpikir bahwa seseorang telah menemukan ide dalam langkah-langkah
yang kebanyakan orang bisa bayangkan. Jadi anda membangun kesuksesan anda
sendiri. Kesuksesan tidak langsung di dapat sebelum ada usaha dan pembelajaran
ke langkah berikutnya.
Berbicara
tentang membangun kesuksesan, ketika kita mengeluarkan gagasan atau ide,orang
bisa membayangkan bahwa perubahan adalah factor penting dalam membangun sebuah
kesuksesan. Sebuah kunci untuk membangun perubahan menuju pada kesuksesan ialah
tidak memaksa orang untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak ingin lakukan.
Dukungan
yang telah diberikan guru untuk proyek perubahan moral dan sikap siswa ini
sangat mengesankan. Seperti memastikan bahwa tugas guru mengelola sekolah.di sekolah lain guru
mencoba untuk menjalankan peraturan sekolah di samping tugas mengajar mereka.
Anda
harus membandingkan perubahan untuk setiap sumber daya yang baik lainnya yang
anda miliki di sekolah, seperti laboratorium computer, misalnya lab computer
menjadi lebih sukses dan lebih baik digunakan ketika ada seorang teknisi
computer dan meginstruksikan di laboratorium. Dengan dukungan ini guru memiliki
seseorang untuk membantu merek untuk mrencanakan pelajaran, mengatur hal-hal
secara langsung, dan memecahkan masalah.
2.2 Konteks Dalam Pembelajaran
Program pembentukan dan
pengembangan kurikulum dapat efektif apabila bergantung dan membentuk
koordinasi dengan para guru dan para staff yang baik bertugas sebagai fasilitas
maupun sebagai penentu pengambil keputusan yang diambil secara demokrasi sesuai
dengan adanya reformasi yang dipandang positif.
Menciptakan lingkungan sekolah yang
nyaman aman, serta sehat dibangun taman-taman, lapangan bisbol dalam upaya
memberikan kepada anak didik agar mempunyai semangat belajar, gembira dalam
belajar dan berlaku baik disekolah. Adanya kelengkapan sarana dan prasarana
disekolah untuk memberdayakan dan mengembangkan bakat dan ide-ide para pelajar
perlu adanya wadah dan sarana studyclub (kelompok belajar) disekolah.
Dengan adanya kelompok belajar ini
akan melatih pelajar untuk belajar berfikir selama 95 menit dan akhirnya akan
terbiasa dan sudah menjadi kebiasaan belajar dan itu merupakan suatu budaya
yang tumbuh dan berkembang dilingkungan sekolah-sekolah yang sangat positif
bagi para pelajar dan pengajarnya sesuai dengan adanya reformasi.
Adanya
reformasi sekolah mengadakan penyesuaian yang baik secara kualitas maupun
kuantitas dikalangan sekolah menengah, yang berperan dan bertanggung jawab
sangat ditentukan oleh para guru baik sebagai pengajar maupun pendidik agar
tercipta menghasilkan anak didik yang berkulitas.
Upaya memajukan anak didik diadakan
belajar tambahan sebagai langkah untuk meningkatkan dan mengajukan baik pelajar
maupun pengajar.
Untuk meningkatkan sarana pendidikan
perlu adanya pembangunan dengan menggunakan lahan yang ada disekolah. Dalam
pembangunannya membutuhkan pembiayaan dengan mengadakan musyawarah untuk
mencari dana baik dilingkungan sekolah maupun luar sekolah agar pembangunan ini
dapat berjalan yang sesuai kemampuan yang ada dan kekurangannya diusahakan
mencari dukungan dari pihak luar.
Partisipasi
guru yang memberiakn dukungan penuh dan peningkatan sarana dan prasarana
sekolah dilingkungannya sangat memberikan sisi positif yang besar bagi pasa
pelajar, karea ini akan menarik anak-anak untuk belajar dan akan menyadari
pentingnya membaca buku sebagai proses belajar yang baik.
Anak didik ada yang mengalami
penurunan dalam semangat belajar akan berdampak turunnya prestasi. Jika anak
didik mempunyai semangat yang tinggi maka siswa akan berprestasi yang
baik.
Upaya perubahan pendidikan yang
sangat menentukan sekolah-sekolah yang mengadakan penyesuaian dengan
pengembangan dan perkembangan yang ada dilingkungannya melalui perubahan
kurikulum sekolah. Proses perubahan kurikulum yang sangat perlu diperhatikan
kepentingan dan kebutuhannya saat ini yang sedang berkembang dilingkungan
pendidikan agar sejalan dan seimbang dengan kebutuhan zaman. Semua ini akan
berdampak positif bagi pelajar maupun pengajar sekolah itu sendiri.
Dilingkungan
sekolah yang baik dan sehat agar melatih anak didiknya belajar dan
memakan-makanan yang sehat seperti memakan sayuran-sayuran den agar peserta
didik terbiasa dan cinta makanan yang
sehat yang berasal dari alam.
Untuk
melatih siswa agar peduli dengan lingkungannya diadakan kerja bakti terhadap
lingkungan, sehingga menyadari pentingnya lingkungan itu dijagadan dirawat
untuk kepentingan baik masyarakat maupun lingkungan itu sendiri akan sangat
menggantungkan semuanya apabila lingkungan bersih, terjaga dan terawat.
Melalui
dunia pendidikan baik dikampus maupun disekolah akan memberikan pola piikir
anak yang tadinya tidak mengenal dan mengerti akan menjadi tahu, dan mengerti
baik itu dilihat dari pendidikan sebagai
art/seni, maupun sains ilmu dua-duanya saling keterkaitan yang sangat untuk
memuat pelajar menjadi pintar dan berkualitas yang cukup baik apabila
kesemuanya ini dijalankan dilingkungan sekolah-sekolah yang sarana dan
prasarana lingkungannya cukup baik.
2.3 Kepemimpinan
dan
Komunitas belajar (kelompok)
Sebuah organisasi
dimana anggotanya mengembangkan kapasitasnya secara terus menerus untuk
mencapai hasil yang diinginkan, mendorong pola berpikir yang baru dan luas, dan
terus belajar bagaimana belajar bersama-sama. Sekolah multiras dari sekitar 400
siswa, yang terletak di San Rafael California, dan ditunjuk sebagai salah satu
sekolah teladan SD sudah menerapkan komunitas belajar. Dukungan Pembelajaran
Sekolah sebagai komunitas pembelajaran hendaknya memiliki tekad yang bulat
mengenai nilai pembelajaran untuk semua. Hal ini didasarkan pada keyakinan
bahwa belajar sesunguhnya menyenangkan, bahwa semua anggota komunitas memiliki
kapasitas untuk belajar, dan setiap orang memiliki kemampuan yang dapat
digunakan dan karenanya perlu dihormati. Secara umum, masih banyak sekolah yang
berfokus pada isi pembelajaran semata. Dalam sebuah komunitas, pembelajaran
seharusnya terfokus pada proses, isi dan hasil.
PUSAT
Ecoliteracy: Fritjof Capra telah mengamati bahwa kurikulum melalui
proyek-proyek berorientasi ekologis menurutnya sekolah menjadi kelompok belajar
yang baik. Membangun komunitas pembelajaran sesungguhnya mengharuskan sekolah
mendefinisikan kembali harapan-harapan guru, orang tua, kepala sekolah dan
siswa serta hubungan mereka secara utuh. Dalam kelompok belajar, guru, siswa,
administrator, dan orang tua semua saling terkait.
v Dukungan
Guru
Melalui komunitas
pembelajaran:
Siswa diberdayakan, menjadi pelajar yang mandiri.
Guru dan administrator merupakan pelajar yang committed dengan inkuiri dan
refleksi yang berkesinambungan. Mereka adalah pelajar sepanjang hayat yang
mengetahui detil pengajaran dan kebutuhan untuk terus memperdalam pengetahuan
mereka. Kepala Sekolah adalah pemimpin pembelajaran, menjadi model belajar
sepanjang hayat dan membantu pembelajaran anggota komunitas lainnya Orang tua
adalah parner pembelajaran. Tercipta lingkungan bekerja berfokus belajar,
aktivitas belajar formal dan informal diberi penghargaan yang sama.
v Dukungan
Orang Tua
Di dalam komunitas pembelajaran, orang tua siswa dan
anggota komunitas lainnya tidak diperlakukan sebagai pihak luar, melainkan
sebagai partisipan penuh. Sekolah perlu mengembangkan strategi untuk
meningkatkan keterampilan dan pemahaman orang tua siswa. Bila sekolah ingin
menjadi sebuah komunitas, saling berhubungan, berkaitan dan berbagi dengan
pemangku kepentingan lainnya, sekolah tidak boleh dihalangi oleh berbagai batas
dan aturan-aturan formal yang tidak produktif. Oleh karena itu sekolah perlu:
v Membangun
kesejawatan dengan orang tua siswa
Membangun kesan komunitas di dalam sekolah dengan
meruntuhkan batas-batas antara mata
pelajaran dan membangun tim pembelajaran di dalam kelas(classroom community),
dan Membangun jaringan dan kesejawatan dengan komunitas lainnya.
v Dukungan
Pemimpin
Kepemimpinan di dalam komunitas pembelajaran adalah
pekerjaan yang penting. Bila kepala sekolah adalah pemimpin di dalam belajar,
pemimpin lainnya harus ditemukan di semua level komunitas pembelajaran. Di
dalam sebuah komunitas pembelajaran, pemimpin berperan sebagai designer, guru
dan administrator. Di dalam sebuah komunitas pembelajaran, kepemimpinan,
kekuasaan dan otoritas didapatkan melalui, Kapasitas untuk memimpin secara
kolaboratif Kualitas kontribusi terhadap budaya dan operasional sekolah, dan
Pengetahuan, kebijaksanaan, pengertian dan pengambilan keputusan. Sekolah yang
berperan sebagai komunitas pembelajaran memiliki budaya kerjasama, Peningkatan
yang signifikan mencari praktek yang lebih baik di dalam dan di luar sekolah
Memberikan kontribusi ke praktek sekolah lain dengan membagi gagasan melakukan
refleksi kritis dalam situasi terbuka dan saling menghargai Mendiskusikan
tujuan, nilai dan praktek sekolah.
Jeanne Casella: Setiap
orang merasa diakui. Menurutnya, ada cara-cara untuk membangun komunitas belajar
yaitu seperti saling mengenal terlebih dahulu, supaya terciptanya komunitas
belajar yang baik, memperkenalkan anggota staf untuk anak-anak. Kami
menciptakan agar anak kelas tinggi dan rendah itu dipererat tali
persaudaraannya sehingga Para siswa yang lebih muda merasa seperti mereka
memiliki saudara yang lebih tua di sekolah, Para siswa yang lebih tua bangga
dalam merawat mereka "teman kecil".
Sekolah kami berlogo
bintang, karena itu kita selalu memberi penghargaan "Kartu Star"
untuk mendorong mereka mejadi lebih bersemangat dan merasa bangga di sekolah
mereka, ini bentuk motivasi juga agar anak mempunyai semangat yang tinggi. Dan
juga bersikap peduli satu sama lain, dan mengembangkan perasaan positif tentang
diri mereka sendiri. Kartu bintang yang diberikan kepada siswa yang melakukan
sesuatu sikap perilaku yang diharapkan dan standar akademik, dan terkadang kita
ganti dengan memberinya es krim sundae dengan waktu istirahat sekolah atau
tambahan. Setiap tahunnya siswa memiliki kesempatan Lobe Bintang Minggu dan
dihormati di kelas dan di majelis, memakai lencana khusus. Dan akan terlihat di
lembar memo kantor kami.
Dalam menanamkan sikap
menjaga lingkungan, Guru di sekolah tersebut menyuruh siswa untuk melestarikan
lingkungan yang ada disekolah, dengan cara berkelompok, dan seakan sudah
menjadi tanggung jawabnya sebagai pelajar. Mereka bahkan harus memberikan
referensi dan menandatangani kontrak setuju untuk memenuhi tanggung jawab
pekerjaannya. Dalam system ini anak-anak merasa diberdayakan dan mereka juga
memperoleh keterampilan lebih.
Kelompok belajar diluar
adalah bagian dari kurikulum di mana anak-anak belajar tentang dunia, mulai
dari di mana mereka berada. Anak-anak biasanya diberikan terlalu sedikit
kesempatan untuk mengamati dan berinteraksi dengan satwa liar. Maka dri itu
kami ingin membantu anak-anak membangun etika lingkungan yang kuat, sehingga
mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang menghargai dan merawat bumi. Menurut
Kaitlyn james.silveira tujuan kami mengadakan strategi ini agar menanamkan rasa
tempat dan kepemilikan, harga diri, dan tanggung jawab pada siswa, mengajar dan
mempraktekkan prinsip-prinsip ekologi, meningkatkan kesadaran lingkungan
anak-anak dan mengintegrasikan materi pelajaran seperti sains, matematika.
Cara guru merasa bahwa
mereka adalah bagian dari komunitas belajar yaitu dengan menggunakan model
kepemimpinan bersama, meminta nasihat guru, dan saya mendengarkan pendapat
mereka. Dan masyarakat juga perlu tahu seberapa pentingnya peranan guru.
Salah
satu inovasi yang paling penting, adalah program keliling guru pengganti yang
meliput kelas selama dua jam, dua kali sebulan, tujuannya untuk meningkatkan
kerjasama para guru.
Tidak seperti sekolah menengah dan
guru SMA, guru SD tidak memiliki periode persiapan dibangun ke dalam jadwal
harian mereka. Mereka sering diminta untuk melakukan hal-hal setelah mengajar
sekolah, pada waktu mereka beristirahat. Guru dapat merasa kewalahan dengan
persyaratan kurikulum dan merasa bahwa proyek pembelajaran luar adalah beban
tambahan. Hal ini diperlukan proyek baru untuk membantu memenuhi standar
belajar dan persyaratan kurikulum. Pusat Ecoliteracy memungkinkan kita untuk
memulai tahun ini dengan perencanaan mundur. Sebelum dimulai, kami mengirim dua
guru ke pelatihan untuk lebih memahami, yang kemudian mereka mengajarkan kepada
seluruh staf selama satu tahun, sehingga kurikulum kami jauh lebih terintegrasi
sekarang, turun ke penerapan keterampilan matematika dengan pembacaan suhu,
karya ini adalah sesuatu yang anak-anak akan ingat ketika mereka berbicara
tentang kelas dua. Tidak geometri yang mereka pelajari atau IPS melaporkan
mereka menulis. Ini adalah apa yang mereka akan ingat. Itulah yang membuatnya
begitu berharga.
v Membangun
Sekolah Sebagai Sebuah Komunitas Pembelajaran
Tantangan utama yang dihadapi sekolah sesungguhnya
berasal dari warganya sendiri. Agar
sekolah dapat menjadi sebuah komunitas pembelajaran, diperlukan waktu untuk
berdiskusi secara terbuka. Diskusi tentang perubahan pendidikan yang lebih luas
dan pembelajaran hendaknya bergerak naik dan turun. Adalah penting bagi seluruh
stakeholder untuk memikirkan apa yang terjadi, menyepakati prinsip-prinsip
kerjasama dan memanfaatkan praktek yang sudah ada untuk tumbuh. Tidak ada satu
cara terbaik untuk membangun sebuah komunitas pembelajaran. Setiap sekolah
hendaknya meramu sendiri strategi yang terbaik bagi konteks sekolah
bersangkutan
v Manfaat
dari sebuah komunitas pembelajaran antara lain:
Memberikan kesempatan kepada guru untuk meningkatkan
pengajaran mereka mendorong siswa, guru
dan orang tua untuk bekerja sama menyediakan informasi dan pembelajaran kepada
semua stakeholder, meningkatkan kualitas dan kedalaman berpikir, mendorong
proses inkuiri dimana komunitas belajar bersama, membangun keterampilan untuk
mengelola perubahan, menghubungkan sekolah dengan lingkungan yang lebih luas, menciptakan
kaitan dan integrasi mata pelajaran di dalam kurikulum, menggunakan hasil
assesmen yang menunjukkan bahwa siswa mengetui dan dapat melakukannya terus
menerus, memeriksa apakah perkataan sesuai dengan perbuatan, menekankan
pentingnya tempat untuk belajar, melaksanakan pelatihan untuk memenuhi
kebutuhan individu dan system, mendorong peningkatkan melalui program
pengembangan, memeriksa kembali pandangan tentang pelaksanaan belajar-mengajar.
2.4.
Cara Berpikir Dapat Merubah Segalanya
Dari hal ini bahwa
peran orang tua itu wajib membantu anaknya, dan mengetahui apa yang anaknya
kehendak yang dilakukan secara fositif.
Dalam
hal ini juga menurut James Baldwin pernah berkata,
"Anak-anak sangat baik mendengarkan
orang tua mereka, tetapi mereka tidak pernah gagal untuk meniru mereka.penjelasan ini dia menjelaskan kepada murid-muridnya.
Menurut
James Baldwin " Kami
hanya memiliki enam jam sehari dengan siswa kami. Waktu sangat berharga. Kita
perlu memastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah penting. Saya
selalu mengungkapkan pendapat atau ide-ide dalam kotak guru, dan kadang-kadang
kegembiraan saya adalah menular. Beliau
berbicara kepada siswa tentang apa yang mereka
lakukan . Semua orang tahu beliau sangat peduli terhadap lingkungan,
karena mereka melihat beliau
mengurus tanaman di halaman atau mencoba untuk menemukan sumber untuk daur
ulang sampah untuk setiap kelas. Mereka tahu aku menghabiskan akhir pekan waktu
hibah menulis untuk proyek-proyek tertentu. Menurut Beliau , Orangtua layak menghadapi kesabaran, toleransi, dan kebaikan. Kita
kadang-kadang melihat hal-hal yang berbeda, tapi Beliau sudah belajar untuk memperhatikan permintaan
mereka, pertanyaan, dan kekhawatiran
mereka.
Ketika mereka bertemu
dengan guru secara informal atau perbedaan-perbedaannya, orang tua merasa diterima
dan dihargai. Beliau mengundang Orang tua mereka untuk mengirim
surat atau membuat berita untuk guru.sebab pada
Asosiasi mengajak para guru untuk menyajikan informasi kurikulum.
v Dalam
hal ini peran orang tua ini menjuluki kedalam kurikulum yaitu diantaranya :
·
kurikulum terstruktur sekitar
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk sebuah 'proyek bermakna dan seringkali
kompleks dunia nyata.
·
pelayanan kepada masyarakat sosial dan
lingkungan setempat.
·
Sebuah tingkat tinggi inisiatif siswa,
kepemimpinan. dan partisipasi dalam mendefinisikan, dan mengelola proyek untuk
mengatasinya.
·
Belajar di mana hasilnya tidak
ditentukan atau sepenuhnya akan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan.
·
Guru sebagai sumber daya pengetahuan.
·
Perhatian terhadap keterampilan seperti
pengaturan, mengelola waktu, pemecahan masalah dan bekerja dengan orang lain.
Beliau
mensurpai
orang tua setiap dua tahun untuk mengetahui bagaimana beliau melakukan dan apa yang kita butuhkan
untuk bekerja.
Orang tua mereka sangat hadir. aktif, dan penting untuk
kehidupan sekolah mereka ,
Orangtua bekerja pada hal ini untuk, membantu merencanakan acara penggalangan
dana, dan menyumbangkan waktu mereka untuk membantu. anak-anak kesempatan untuk
Memimpin orang tua mereka melalui lingkungan dan mengajarkan kita apa yang kita
tidak tahu menjadi tau.
Dengan hai ini beliau membuat
proyek jerami,yang pernah Beliau
lakukan
untuk beberapa peristiwa lain yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar
memahami konsep seperti siklus atau bahwa mereka tahu cukup untuk mengajari
orang tua mereka tentang ekosistem, dan Beliau melihat antusiasme mereka untuk berbagi apa yang
telah mereka pelajari, maka Beliau
tahu bahwa apa yang kita lakukan awal dari belajar dan bekerja.
v Kaitan
Antara Suatu Penelitian Ilmiah Dengan Pendidikan
Untuk siswa kelas empat, pembelajaran akan mulai
untuk membahas tentang ekologi alam. Dalam pembelajaran ini akan membahas tentang
bagaimana cara untuk melestarikan ekologi alam. Beberapa cara yang akan dibahas
yaitu sebagai berikut. Melakukan 4 proyek yang bertuiuan untuk membantu
melestarikan spesies yang ada di alam, seperti kondisi ekologi alami udang,
sapi, pepohonan, dan sungai.
Yang
akan berkaitan atau berhubungan dengan ekologi sosial sekolah, ekonomi pertanian, politik, dan resolusi konflik. Proyek ini
akhirnya
berkembang menjadi proyek
yang sangat rumit tetapi akan menghasilkan suatu hasil yang baik.
Proyek ini berupa jaringan guru yang
melibatkan partisipasi dari siswa, orang tua, peternak, orang-orang
yang sudah menekuni dunia bisnis, lembaga-lembaga publik, lembaga swadaya
masyarakat (LSM), dan yayasan.
Sekitar tiga ribu siswa berpartisipasi dalam proyek-proyek tahunan ini dari pedesaan hingga
perkotaan yang dimulai dari pemulihan pinggiran sungai,
serangga dan pemantauan burung.
Proyek tahun pertama tidak
hanya dengan melakukan satu kegiatan saja,
tetapi para siswa kelas empat menulis surat kepada pejabat pemerintah,
ditujukan untuk mengadakan konferensi pendidikan
atau seminar. Selain itu ada pula kegiatan wirausaha siswa dengan menjual baju yang bertemakan "Shrimp Club" atau “Kelompok Pecinta
Udang”, mengadakan
liputan media
yang berhubungan dengan kegiatan tersebut, membuat lukisan dengan
menggunakan cat dinding raksasa yang menggambarkan udang 6
kaki panjang
yang
ditampilkan di pelabuhajn
kapal lokal. Mereka memenangkan
penghargaan sebagai proyek lingkungan pada
tahun 1993
dan meningkatkan
perlindungan udang sebanyak $ 32.500 dari
mereka telah memenangkan hadiah menjadi total $ 100.000 yang
semua itu diajukan oleh siswa.
Proyek
udang ini menjadi sorotan utama bagi semua kalangan untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan ekologi alam. Dalam proyek udang ini
berkaitan dengan dunia pendidikan dimana di ibaratkan bahwa proyek udang adalah model ideal
untuk kurikulum
yang terintegrasi,
menurut Fritjof Capra.
Karena mengandung makna bahwa proses pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah
selalu dikaitkan atau mengangkat tema dari lingkungan di sekitar peserta didik agar
memicu semangat
peserta didik dalam belajar dan mengembangkan nilai-nilai ekologis dari pengalaman langsung.
Seorang direktur eksekutif The Bay
Institute of San Francisco yang bernama Davis pada tahun 1981 menghibahkan sebagian hartanya yang
bertujuan untuk mempromosikan proyek dengan melihat perspektif ekosistem teluk.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara melakukan penelitian ilmiah yang
melibatkan sekolah-sekolah local. Dalam penelitian ini mengundang siswa-siswa
yang telah berhasil dalam proyek udang dan menawarkan untuk bekerja sama
memperluas proyek udang. Dari sinilah proyek STRAW lahir yang merupakan proyek
bersama antara The Bay Institute dan Pusat Ecoliteracy. Dipimpin oleh Laurette
Rogers sebagai direktur.
v Pemulihan
atau Perbaikan Daerah Perkotaan
Laurette Rogers menyarankan untuk melakukan
perubahan di daerah kota yang sudah banyak tercemar oleh polusi dan sudah jarang
ditemukannya lahan tanah yang kosong dan subur. Perubahan ini dilakukan
bertujuan untuk melestarikan atau menyelamatkan keadaan kota dari berbagai
polusi. Seperti mengadakan taman kota, penanaman berbagai macam pohon dan
lain-lain. Perubahan ini tentu menjadi kewajiban seluruh masyarakat tanpa
memandang status sosial, terutama bagi guru untuk mengajarkan kepada peserta
didik.
Menurut
Lewis, proyek perubahan untuk perkotaan ini memiliki dampak yang positif bagi
peserta didik agar mereka memiliki sikap terbiasa untuk selalu menjaga
lingkungan, sehingga akan tercermin hidup yang sehat.
v The
STRAW Network
Dalam proyek ini pun diintegrasikan kedalam proses
belajar mengajar peserta didik yang dimaksudkan untuk meningkatkan budaya seluruh
sekolah diantaranya yaitu selalu hidup sehat dan selalu menjaga lingkungan
sekitar.
The Bay Institute bertanggung jawab
atas seluruh kegiatan yang meliputi seluruh kegiatan administrasi, koordinasi,
penjangkauan dan membantu dalam penggalangan dana. Dimana dana tersebut
diperoleh dari Departemen Pendidikan, Yayasan Margasatwa dan Perikanan, dan
Badan Pengawas Sumber Daya Air. Proyek ini dikonsentrasikan untuk
mengintegrasikan kedalam pengajaran di sekolah. Dengan kata lain, peserta didik
tidak hanya belajar di kelas saja, tetapi mereka dapat menggambarkan keadaan di
lingkungan luar atau alam sekitar dengan cara mengamati langsung. Proyek ini
pula dilihat sebagai inspirasi untuk guru dalam menjalankan kewajibannya
sebagai pengajar yang dapat berbagi pendapat atau pikiran dengan seluruh
peserta didiknya. Menurut Fritjof Capra, hal ini dapat membantu guru dalam
menentukan desain kurikulum pendidikan yang tepat agar peserta didik mampu
melakukan proses belajar dengan baik dan memiliki hasil yang baik sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang diharapkan. Guru tidak hanya sekedar memberikan
pelajaran kepada peserta didik, tetapi guru pun harus berusaha agar mendapatkan
dukungan dari kepala sekolah dengan desain atau metode pengajaran yang akan
dilakukan dan mampu mengambil resiko dari apa yang telah dilakukan. Sehingga
dalam menghadapi berbagai masalah guru itu mampu menyelesaikannya dengan baik.
Jika guru memiliki sikap dan sifat seperti yang telah dijabarkan diatas, maka
guru tersebut dapat dikatakan sebagai guru professional tanpa melihat jabatan
yang dimilikinya.
2.5 Makanan Yang Bergizi Dapat Meningkatkan
Kecerdasan Anak
v Michael Ableman
Michael Ableman
dalam tulisannya "deep soulful nourishment" yang
didasarkan pada hubungan lokal, biologi, interpersonal,
dan ekologi. Buku ini mengandung beberapa hal yang
berkaitan dengan mendidik dan pertanian menurut model industri, perbedaan
antara mengajar dan belajar, pengakuan bahwa peserta didik tidak memiliki kemampuan yang sama dan betapa
pentingnya belajar melalui pengamatan. Beliau menyajikan hal tersebut dengan cara
yang sangat pribadi bukan sebagai abstraksi atau resep, tetapi sebagai laporan
dari kehidupan hidup dengan mata terbuka dan hati yang terbuka.
Ableman adalah seorang petani, penulis, fotografer, organizer,
dan pendidik yang
luar biasa. Beliau mendirikan dan mengarahkan Pusat
Perkotaan Pertanian di Fairview Gardens di
Santa Barbara, sebuah peternakan
pekerja perkotaan dan pusat pendidikan masyarakat nirlaba yang salah satu model negara
yang paling penting dan sukses
untuk pertanian perkotaan dan untuk pelestarian lahan
pertanian. Selama lebih dari
dua puluh tahun, beliau itu telah mengilhami ribuan siswa untuk meningkatkan produk organik dan cara mengatur metode alternatif untuk membeli
makanan.
Di bawah
kepemimpinan Ableman 's pertanian diselamatkan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dan menjadi awal suatu perbaikan
pertanian yang paling inovatif dan aktif di negara itu. Beliau selalu mengingatkan bahwa hasil pertanian itu sangat
berguna untuk semua orang, karena hasil pertanian seperti sayur-sayuran dan
buah-buahan memiliki banyak manfaat, selain untuk kesehatan juga berguna untuk
meningkatkan kecerdasan anak jika terus mengkonsumsi makanan yang bergizi.
Pada tahun 1984
beliau mampu melakukan
perjalanan ke Gina, di mana ia mengamati sisa-sisa dari
sistem pertanian tradisional yang
didalamnya terdapat masyarakat yang masih memiliki kehidupan yang primitive. Pengalaman ini
mengilhami dia untuk melakukan perjalanan di seluruh dunia untuk mengalami
budaya lain. Sehingga
beliau menjadi petani yang inovatif dan aktif di seluruh Amerika Utara.
Ableman
telah menjadi seorang petani selama dua puluh lima tahun. Beliau telah menghabiskan banyak waktu dan
lebih lama dalam dunia pendidikan sebagai mahasiswa dan sebagai orangtua, mengajarkan magang kepada orang-orang muda
yang mengunjungi beliau Selama waktu itu, beliau
telah
menemukan beberapa
kesamaan yang menakjubkan antara pertanian dan pendidikan, baik dalam versi industri
maupun dalam pandangan sempit.
Beliau ingin mendedikasikan dirinya untuk mendukung kahidupan di dunia ini agar
menjadi lebih baik.
Setelah
sekian lama beliau menjadi petani, beliau tidak selalu puas dengan apa yang
telah beliau kerjakan, akan tetapi
selalu muncul berbagai pertanyaan yang selalu ingin mengetahui jawabannya.
Karena seiring berkembangnya zaman tentu akan selalu terjadi perubahan.
Namun, tidak
peduli berapa lama seseorang telah bertani, sulit untuk menyingkirkan sifat yang kita
miliki, bahwa hidup
itu tidak hanya diisi oleh pengalaman yang sulit saja, tetapi harus dikembangkan agar menjadi suatu hasil yang
lebih baik dari pengalaman sebelumnya. Dan sekeras apa pun kita merubah sifat
untuk melakukan perubahan itu, tentu tidak akan sempurna karena sifat asli
seseorang akan sulit dihilangkan.
Ableman
percaya bahwa apa pun keberhasilan dan keterampilan yang beliau miliki sebagai seorang petani
itu tidak lepas dari melihat dan belajar dari apa pun yang beliau temui. Beliau sudah mendengar banyak pembicaraan atau
permasalahan tentang
pendidikan akhir-akhir
ini, mulai dari pejabat pemerintah, wartawan,
bintang film, kandidat politik. Mereka tampaknya menjadi sorotan
utama dalam permasalahan yang selalu terjadi. Tetapi apa kata "pendidikan" benar-benar berarti, dan berapa banyak dari mereka yang memiliki "keahlian" yang dihasilkan dari
sekolah mereka.
Beliau
menempuh pendidikan di sekolah umum di negara bagian Delaware. SMP beliau adalah seperti
sebuah penjara dengan dinding blok, lantai semen, jeruji besi pada jendela,
dan suasana lebih seperti fasilitas penampungan yang dijaga ketat daripada
tempat untuk pengasuhan, pendidikan, dan inspirasi. Pendidikan beliau selama bertahun-tahun
tidak ada hubungannya dengan matematika atau studi bahasa Inggris atau sosial. Tetapi pendidikan yang beliau
dapatkan itu tentang bertahan hidup.
Ableman
memutuskan sejak
awal bahwa jika
ini adalah pendidikan, beliau tidak ingin ada hubungannya dengan itu. Beliau
berhenti sebelum menyelesaikan sekolah menengah,
dan tidak pernah pergi ke perguruan
tinggi. Meskipun
tidak memegang derajat, gelar,
jabatan. Tetapi beliau telah menulis tiga buku, dan menyampaikan
pelajaran
di banyak
universitas dan lembaga-lembaga
pendidikan. Sehingga beliau menjadi seorang peternak, pengajar, dan menganggap bahwa
diri beliau cukup berpendidikan
meskipun bukan karena sekolah yang
beliau alami.
Seseorang yang mempunyai cita-cita
yang belum tercapai yang memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mewujudkan apa yang
dicita-citakan ibunya, yaitu mengembangkan ilmu yang diperolehnya selama ia
belajar diluar maupun didalam negeri. Dengan bekal pengalaman dari masa
kanak-kanaknya sampai sekarang ia menurunkan ilmunya kepada anaknya agar
anaknya mampu menciptakan sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat, sehingga
anaknya mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan berbagi ilmu nya terutama
para petani. Dengan dibekali ilmu tersebut para petani mampu menghasilkan panen
yang berkualitas karena mereka mengetahui bagaimna cara bercocok tanam yang
baik.
Dengan adanya hubungan
tersebut, maka akan terjalin kerjasama yang saling menguntungkan. dimana mereka
akan bahu membahu untuk menciptakan suatu produk dari apa yang mereka hasilkan.
Contohnya dengan berkebun apel, bukan apel saja yang bisa dijual tetapi dari
apel tersebut bisa dibuat berbagai macam produk.
BAB III
PENUTUP
v KESIMPULAN
Alasan bahwa lembaga
melakukan perubahan adalah perlunya membangun hubungan.
Meskipun saat itu sering tidak
diperhitungkan baik buruknya dan dipandang sebelah mata oleh mereka yang ingin
mendapatkan perubahan tanpa adanya kerja keras dalam membangun hubungan itu.
Smith menjelaskan bagaimana ia mendapatkan kepercayaan sekolah untuk membangun
hubungan dan komunitas sekolah untuk tahap perubahan. Jika kita bekerja sama
dan menetapkan tujuan untuk membangun perubahan sikap bagi para siswa dan guru
di lingkungan sekolah itu, dan memiliki pengetahuan tentang itu, kita bisa
mengubah sekolah. Sebuah kunci untuk membangun perubahan menuju pada kesuksesan
ialah tidak memaksa orang untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak ingin
lakukan.
Program pembentukan dan pengembangan kurikulum dapat
efektif apabila bergantung dan membentuk
koordinasi dengan para guru dan para staff yang baik bertugas sebagai fasilitas
maupun sebagai penentu pengambil keputusan yang diambil secara demokrasi sesuai
dengan adanya reformasi yang dipandang positif.
Kelengkapan sarana dan prasarana disekolah untuk
memberdayakan dan mengembangkan bakat
dan ide-ide para pelajar perlu adanya wadah dan sarana studyclub (kelompok
belajar) disekolah. Dengan adanya kelompok belajar ini akan melatih pelajar
untuk belajar berfikir dan akhirnya akan terbiasa dan sudah menjadi kebiasaan
belajar dan itu merupakan suatu budaya yang tumbuh dan berkembang dilingkungan
sekolah-sekolah yang sangat positif bagi para pelajar dan pengajarnya sesuai
dengan adanya reformasi.
Adanya reformasi sekolah mengadakan penyesuaian yang
baik secara kualitas maupun kuantitas
dikalangan sekolah menengah, yang berperan dan bertanggung jawab sangat
ditentukan oleh para guru baik sebagai pengajar maupun pendidik agar tercipta
menghasilkan anak didik yang berkulitas.
Membangun Sekolah Sebagai Sebuah Komunitas
Pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi
sekolah sesungguhnya berasal dari warganya sendiri. Agar sekolah dapat menjadi
sebuah komunitas pembelajaran, diperlukan waktu untuk berdiskusi secara
terbuka. Diskusi tentang perubahan pendidikan yang lebih luas dan pembelajaran
hendaknya bergerak naik dan turun.
Menurut Lewis, proyek perubahan untuk perkotaan ini
memiliki dampak yang positif bagi peserta didik agar mereka memiliki sikap
terbiasa untuk selalu menjaga lingkungan, sehingga akan tercermin hidup yang
sehat. Peserta didik tidak hanya belajar di kelas saja, tetapi mereka dapat
menggambarkan keadaan di lingkungan luar atau alam sekitar dengan cara
mengamati langsung. Proyek ini pula dilihat sebagai inspirasi untuk guru dalam
menjalankan kewajibannya sebagai pengajar yang dapat berbagi pendapat atau
pikiran dengan seluruh peserta didiknya. Dalam suatu proyek atau suatu
penelitian ilmiah diintegrasikan kedalam proses belajar mengajar peserta didik
yang dimaksudkan untuk meningkatkan budaya seluruh sekolah diantaranya yaitu
selalu hidup sehat dan selalu menjaga lingkungan sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar