Kepemimpinan
dan
Komunitas belajar (kelompok)
Komunitas belajar (kelompok)
Sebuah organisasi dimana
anggotanya mengembangkan kapasitasnya secara terus menerus untuk mencapai hasil
yang diinginkan, mendorong pola berpikir yang baru dan luas, dan terus belajar
bagaimana belajar bersama-sama. Sekolah multiras dari sekitar 400 siswa, yang
terletak di San Rafael California, dan ditunjuk sebagai salah satu sekolah
teladan SD sudah menerapkan komunitas belajar. Dukungan Pembelajaran Sekolah
sebagai komunitas pembelajaran hendaknya memiliki tekad yang bulat mengenai
nilai pembelajaran untuk semua. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa belajar
sesunguhnya menyenangkan, bahwa semua anggota komunitas memiliki kapasitas
untuk belajar, dan setiap orang memiliki kemampuan yang dapat digunakan dan karenanya
perlu dihormati. Secara umum, masih banyak sekolah yang berfokus pada isi
pembelajaran semata. Dalam sebuah komunitas, pembelajaran seharusnya terfokus
pada proses, isi dan hasil.
PUSAT Ecoliteracy: Fritjof Capra
telah mengamati bahwa kurikulum melalui proyek-proyek berorientasi ekologis
menurutnya sekolah menjadi kelompok belajar yang baik. Membangun komunitas
pembelajaran sesungguhnya mengharuskan sekolah mendefinisikan kembali
harapan-harapan guru, orang tua, kepala sekolah dan siswa serta hubungan mereka
secara utuh. Dalam kelompok belajar, guru, siswa, administrator, dan orang tua
semua saling terkait.
·
Dukungan
Guru
Melalui komunitas pembelajaran:
Siswa diberdayakan, menjadi
pelajar yang mandiri. Guru dan administrator merupakan pelajar yang committed
dengan inkuiri dan refleksi yang berkesinambungan. Mereka adalah pelajar
sepanjang hayat yang mengetahui detil pengajaran dan kebutuhan untuk terus
memperdalam pengetahuan mereka. Kepala Sekolah adalah pemimpin pembelajaran,
menjadi model belajar sepanjang hayat dan membantu pembelajaran anggota
komunitas lainnya Orang tua adalah parner pembelajaran. Tercipta lingkungan
bekerja berfokus belajar, aktivitas belajar formal dan informal diberi
penghargaan yang sama.
·
Dukungan
Orang Tua
Di dalam komunitas pembelajaran,
orang tua siswa dan anggota komunitas lainnya tidak diperlakukan sebagai pihak
luar, melainkan sebagai partisipan penuh. Sekolah perlu mengembangkan strategi
untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman orang tua siswa. Bila sekolah
ingin menjadi sebuah komunitas, saling berhubungan, berkaitan dan berbagi
dengan pemangku kepentingan lainnya, sekolah tidak boleh dihalangi oleh
berbagai batas dan aturan-aturan formal yang tidak produktif. Oleh karena itu
sekolah perlu:
·
Membangun
kesejawatan dengan orang tua siswa
Membangun kesan komunitas di
dalam sekolah dengan meruntuhkan batas-batas antara mata pelajaran dan
membangun tim pembelajaran di dalam kelas(classroom community), dan Membangun
jaringan dan kesejawatan dengan komunitas lainnya.
·
Dukungan
Pemimpin
Kepemimpinan di dalam komunitas
pembelajaran adalah pekerjaan yang penting. Bila kepala sekolah adalah pemimpin
di dalam belajar, pemimpin lainnya harus ditemukan di semua level komunitas
pembelajaran. Di dalam sebuah komunitas pembelajaran, pemimpin berperan sebagai
designer, guru dan administrator. Di dalam sebuah komunitas pembelajaran,
kepemimpinan, kekuasaan dan otoritas didapatkan melalui, Kapasitas untuk
memimpin secara kolaboratif Kualitas kontribusi terhadap budaya dan operasional
sekolah, dan Pengetahuan, kebijaksanaan, pengertian dan pengambilan keputusan.
Sekolah yang berperan sebagai komunitas pembelajaran memiliki budaya kerjasama,
Peningkatan yang signifikan mencari praktek yang lebih baik di dalam dan di
luar sekolah Memberikan kontribusi ke praktek sekolah lain dengan membagi
gagasan melakukan refleksi kritis dalam situasi terbuka dan saling menghargai
Mendiskusikan tujuan, nilai dan praktek sekolah.
Jeanne Casella: Setiap orang
merasa diakui. Menurutnya, ada cara-cara untuk membangun komunitas belajar
yaitu seperti saling mengenal terlebih dahulu, supaya terciptanya komunitas
belajar yang baik, memperkenalkan anggota staf untuk anak-anak. Kami
menciptakan agar anak kelas tinggi dan rendah itu dipererat tali persaudaraannya
sehingga Para siswa yang lebih muda merasa seperti mereka memiliki saudara yang
lebih tua di sekolah, Para siswa yang lebih tua bangga dalam merawat mereka
"teman kecil".
Sekolah kami berlogo bintang, karena
itu kita selalu memberi penghargaan "Kartu Star" untuk mendorong
mereka mejadi lebih bersemangat dan merasa bangga di sekolah mereka, ini bentuk
motivasi juga agar anak mempunyai semangat yang tinggi. Dan juga bersikap peduli
satu sama lain, dan mengembangkan perasaan positif tentang diri mereka sendiri.
Kartu bintang yang diberikan kepada siswa yang melakukan sesuatu sikap perilaku
yang diharapkan dan standar akademik, dan terkadang kita ganti dengan
memberinya es krim sundae dengan waktu istirahat sekolah atau tambahan. Setiap
tahunnya siswa memiliki kesempatan Lobe Bintang Minggu dan dihormati di kelas
dan di majelis, memakai lencana khusus. Dan akan terlihat di lembar memo kantor
kami.
Dalam menanamkan sikap menjaga
lingkungan, Guru di sekolah tersebut menyuruh siswa untuk melestarikan
lingkungan yang ada disekolah, dengan cara berkelompok, dan seakan sudah
menjadi tanggung jawabnya sebagai pelajar. Mereka bahkan harus memberikan
referensi dan menandatangani kontrak setuju untuk memenuhi tanggung jawab
pekerjaannya. Dalam system ini anak-anak merasa diberdayakan dan mereka juga
memperoleh keterampilan lebih.
Kelompok belajar diluar adalah
bagian dari kurikulum di mana anak-anak belajar tentang dunia, mulai dari di
mana mereka berada. Anak-anak biasanya diberikan terlalu sedikit kesempatan
untuk mengamati dan berinteraksi dengan satwa liar. Maka dri itu kami ingin
membantu anak-anak membangun etika lingkungan yang kuat, sehingga mereka tumbuh
menjadi orang dewasa yang menghargai dan merawat bumi. Menurut Kaitlyn
james.silveira tujuan kami mengadakan strategi ini agar menanamkan rasa tempat
dan kepemilikan, harga diri, dan tanggung jawab pada siswa, mengajar dan
mempraktekkan prinsip-prinsip ekologi, meningkatkan kesadaran lingkungan
anak-anak dan mengintegrasikan materi pelajaran seperti sains, matematika.
Cara guru merasa bahwa mereka
adalah bagian dari komunitas belajar yaitu dengan menggunakan model
kepemimpinan bersama, meminta nasihat guru, dan saya mendengarkan pendapat
mereka. Dan masyarakat juga perlu tahu seberapa pentingnya peranan guru.
Salah satu inovasi yang paling
penting, adalah program keliling guru pengganti yang meliput kelas selama dua
jam, dua kali sebulan, tujuannya untuk meningkatkan kerjasama para guru. Tidak
seperti sekolah menengah dan guru SMA, guru SD tidak memiliki periode persiapan
dibangun ke dalam jadwal harian mereka. Mereka sering diminta untuk melakukan
hal-hal setelah mengajar sekolah, pada waktu mereka beristirahat. Guru dapat
merasa kewalahan dengan persyaratan kurikulum dan merasa bahwa proyek
pembelajaran luar adalah beban tambahan. Hal ini diperlukan proyek baru untuk
membantu memenuhi standar belajar dan persyaratan kurikulum. Pusat Ecoliteracy
memungkinkan kita untuk memulai tahun ini dengan perencanaan mundur. Sebelum
dimulai, kami mengirim dua guru ke pelatihan untuk lebih memahami, yang
kemudian mereka mengajarkan kepada seluruh staf selama satu tahun, sehingga kurikulum
kami jauh lebih terintegrasi sekarang, turun ke penerapan keterampilan
matematika dengan pembacaan suhu, karya ini adalah sesuatu yang anak-anak akan
ingat ketika mereka berbicara tentang kelas dua. Tidak geometri yang mereka
pelajari atau IPS melaporkan mereka menulis. Ini adalah apa yang mereka akan
ingat. Itulah yang membuatnya begitu berharga.
Ø
Membangun
Sekolah Sebagai Sebuah Komunitas Pembelajaran
Tantangan utama yang dihadapi
sekolah sesungguhnya berasal dari warganya sendiri. Agar sekolah dapat menjadi
sebuah komunitas pembelajaran, diperlukan waktu untuk berdiskusi secara
terbuka. Diskusi tentang perubahan pendidikan yang lebih luas dan pembelajaran
hendaknya bergerak naik dan turun. Adalah penting bagi seluruh stakeholder
untuk memikirkan apa yang terjadi, menyepakati prinsip-prinsip kerjasama dan
memanfaatkan praktek yang sudah ada untuk tumbuh. Tidak ada satu cara terbaik
untuk membangun sebuah komunitas pembelajaran. Setiap sekolah hendaknya meramu
sendiri strategi yang terbaik bagi konteks sekolah bersangkutan.
Manfaat dari sebuah komunitas
pembelajaran antara lain:
Memberikan kesempatan kepada guru
untuk meningkatkan pengajaran mereka Mendorong siswa, guru dan orang tua untuk
bekerja sama Menyediakan informasi dan pembelajaran kepada semua stakeholder
Meningkatkan kualitas dan kedalaman berpikir Mendorong proses inkuiri dimana
komunitas belajar bersama Membangun keterampilan untuk mengelola perubahan
Menghubungkan sekolah dengan lingkungan yang lebih luas Menciptakan kaitan dan
integrasi mata pelajaran di dalam kurikulum Menggunakan hasil assesmen yang
menunjukkan bahwa siswa mengetui dan dapat melakukannya Terus menerus memeriksa
apakah perkataan sesuai dengan perbuatan Menekankan pentingnya tempat untuk
belajar Melaksanakan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan individu dan system
Mendorong peningkatkan melalui program pengembangan Memeriksa kembali pandangan
tentang pelaksanaan belajar-mengajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar