Kamis, 13 Juni 2013

kepemimpinan dan komunitas belajar



Kepemimpinan dan
Komunitas belajar
(kelompok)
Sebuah organisasi dimana anggotanya mengembangkan kapasitasnya secara terus menerus untuk mencapai hasil yang diinginkan, mendorong pola berpikir yang baru dan luas, dan terus belajar bagaimana belajar bersama-sama. Sekolah multiras dari sekitar 400 siswa, yang terletak di San Rafael California, dan ditunjuk sebagai salah satu sekolah teladan SD sudah menerapkan komunitas belajar. Dukungan Pembelajaran Sekolah sebagai komunitas pembelajaran hendaknya memiliki tekad yang bulat mengenai nilai pembelajaran untuk semua. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa belajar sesunguhnya menyenangkan, bahwa semua anggota komunitas memiliki kapasitas untuk belajar, dan setiap orang memiliki kemampuan yang dapat digunakan dan karenanya perlu dihormati. Secara umum, masih banyak sekolah yang berfokus pada isi pembelajaran semata. Dalam sebuah komunitas, pembelajaran seharusnya terfokus pada proses, isi dan hasil.
PUSAT Ecoliteracy: Fritjof Capra telah mengamati bahwa kurikulum melalui proyek-proyek berorientasi ekologis menurutnya sekolah menjadi kelompok belajar yang baik. Membangun komunitas pembelajaran sesungguhnya mengharuskan sekolah mendefinisikan kembali harapan-harapan guru, orang tua, kepala sekolah dan siswa serta hubungan mereka secara utuh. Dalam kelompok belajar, guru, siswa, administrator, dan orang tua semua saling terkait.
·         Dukungan Guru
Melalui komunitas pembelajaran:
Siswa diberdayakan, menjadi pelajar yang mandiri. Guru dan administrator merupakan pelajar yang committed dengan inkuiri dan refleksi yang berkesinambungan. Mereka adalah pelajar sepanjang hayat yang mengetahui detil pengajaran dan kebutuhan untuk terus memperdalam pengetahuan mereka. Kepala Sekolah adalah pemimpin pembelajaran, menjadi model belajar sepanjang hayat dan membantu pembelajaran anggota komunitas lainnya Orang tua adalah parner pembelajaran. Tercipta lingkungan bekerja berfokus belajar, aktivitas belajar formal dan informal diberi penghargaan yang sama.
·         Dukungan Orang Tua
Di dalam komunitas pembelajaran, orang tua siswa dan anggota komunitas lainnya tidak diperlakukan sebagai pihak luar, melainkan sebagai partisipan penuh. Sekolah perlu mengembangkan strategi untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman orang tua siswa. Bila sekolah ingin menjadi sebuah komunitas, saling berhubungan, berkaitan dan berbagi dengan pemangku kepentingan lainnya, sekolah tidak boleh dihalangi oleh berbagai batas dan aturan-aturan formal yang tidak produktif. Oleh karena itu sekolah perlu:
·         Membangun kesejawatan dengan orang tua siswa
Membangun kesan komunitas di dalam sekolah dengan meruntuhkan batas-batas antara mata pelajaran dan membangun tim pembelajaran di dalam kelas(classroom community), dan Membangun jaringan dan kesejawatan dengan komunitas lainnya.
·         Dukungan Pemimpin
Kepemimpinan di dalam komunitas pembelajaran adalah pekerjaan yang penting. Bila kepala sekolah adalah pemimpin di dalam belajar, pemimpin lainnya harus ditemukan di semua level komunitas pembelajaran. Di dalam sebuah komunitas pembelajaran, pemimpin berperan sebagai designer, guru dan administrator. Di dalam sebuah komunitas pembelajaran, kepemimpinan, kekuasaan dan otoritas didapatkan melalui, Kapasitas untuk memimpin secara kolaboratif Kualitas kontribusi terhadap budaya dan operasional sekolah, dan Pengetahuan, kebijaksanaan, pengertian dan pengambilan keputusan. Sekolah yang berperan sebagai komunitas pembelajaran memiliki budaya kerjasama, Peningkatan yang signifikan mencari praktek yang lebih baik di dalam dan di luar sekolah Memberikan kontribusi ke praktek sekolah lain dengan membagi gagasan melakukan refleksi kritis dalam situasi terbuka dan saling menghargai Mendiskusikan tujuan, nilai dan praktek sekolah.
Jeanne Casella: Setiap orang merasa diakui. Menurutnya, ada cara-cara untuk membangun komunitas belajar yaitu seperti saling mengenal terlebih dahulu, supaya terciptanya komunitas belajar yang baik, memperkenalkan anggota staf untuk anak-anak. Kami menciptakan agar anak kelas tinggi dan rendah itu dipererat tali persaudaraannya sehingga Para siswa yang lebih muda merasa seperti mereka memiliki saudara yang lebih tua di sekolah, Para siswa yang lebih tua bangga dalam merawat mereka "teman kecil".
Sekolah kami berlogo bintang, karena itu kita selalu memberi penghargaan "Kartu Star" untuk mendorong mereka mejadi lebih bersemangat dan merasa bangga di sekolah mereka, ini bentuk motivasi juga agar anak mempunyai semangat yang tinggi. Dan juga bersikap peduli satu sama lain, dan mengembangkan perasaan positif tentang diri mereka sendiri. Kartu bintang yang diberikan kepada siswa yang melakukan sesuatu sikap perilaku yang diharapkan dan standar akademik, dan terkadang kita ganti dengan memberinya es krim sundae dengan waktu istirahat sekolah atau tambahan. Setiap tahunnya siswa memiliki kesempatan Lobe Bintang Minggu dan dihormati di kelas dan di majelis, memakai lencana khusus. Dan akan terlihat di lembar memo kantor kami.
Dalam menanamkan sikap menjaga lingkungan, Guru di sekolah tersebut menyuruh siswa untuk melestarikan lingkungan yang ada disekolah, dengan cara berkelompok, dan seakan sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai pelajar. Mereka bahkan harus memberikan referensi dan menandatangani kontrak setuju untuk memenuhi tanggung jawab pekerjaannya. Dalam system ini anak-anak merasa diberdayakan dan mereka juga memperoleh keterampilan lebih.
Kelompok belajar diluar adalah bagian dari kurikulum di mana anak-anak belajar tentang dunia, mulai dari di mana mereka berada. Anak-anak biasanya diberikan terlalu sedikit kesempatan untuk mengamati dan berinteraksi dengan satwa liar. Maka dri itu kami ingin membantu anak-anak membangun etika lingkungan yang kuat, sehingga mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang menghargai dan merawat bumi. Menurut Kaitlyn james.silveira tujuan kami mengadakan strategi ini agar menanamkan rasa tempat dan kepemilikan, harga diri, dan tanggung jawab pada siswa, mengajar dan mempraktekkan prinsip-prinsip ekologi, meningkatkan kesadaran lingkungan anak-anak dan mengintegrasikan materi pelajaran seperti sains, matematika.
Cara guru merasa bahwa mereka adalah bagian dari komunitas belajar yaitu dengan menggunakan model kepemimpinan bersama, meminta nasihat guru, dan saya mendengarkan pendapat mereka. Dan masyarakat juga perlu tahu seberapa pentingnya peranan guru.
Salah satu inovasi yang paling penting, adalah program keliling guru pengganti yang meliput kelas selama dua jam, dua kali sebulan, tujuannya untuk meningkatkan kerjasama para guru. Tidak seperti sekolah menengah dan guru SMA, guru SD tidak memiliki periode persiapan dibangun ke dalam jadwal harian mereka. Mereka sering diminta untuk melakukan hal-hal setelah mengajar sekolah, pada waktu mereka beristirahat. Guru dapat merasa kewalahan dengan persyaratan kurikulum dan merasa bahwa proyek pembelajaran luar adalah beban tambahan. Hal ini diperlukan proyek baru untuk membantu memenuhi standar belajar dan persyaratan kurikulum. Pusat Ecoliteracy memungkinkan kita untuk memulai tahun ini dengan perencanaan mundur. Sebelum dimulai, kami mengirim dua guru ke pelatihan untuk lebih memahami, yang kemudian mereka mengajarkan kepada seluruh staf selama satu tahun, sehingga kurikulum kami jauh lebih terintegrasi sekarang, turun ke penerapan keterampilan matematika dengan pembacaan suhu, karya ini adalah sesuatu yang anak-anak akan ingat ketika mereka berbicara tentang kelas dua. Tidak geometri yang mereka pelajari atau IPS melaporkan mereka menulis. Ini adalah apa yang mereka akan ingat. Itulah yang membuatnya begitu berharga.
Ø  Membangun Sekolah Sebagai Sebuah Komunitas Pembelajaran
Tantangan utama yang dihadapi sekolah sesungguhnya berasal dari warganya sendiri. Agar sekolah dapat menjadi sebuah komunitas pembelajaran, diperlukan waktu untuk berdiskusi secara terbuka. Diskusi tentang perubahan pendidikan yang lebih luas dan pembelajaran hendaknya bergerak naik dan turun. Adalah penting bagi seluruh stakeholder untuk memikirkan apa yang terjadi, menyepakati prinsip-prinsip kerjasama dan memanfaatkan praktek yang sudah ada untuk tumbuh. Tidak ada satu cara terbaik untuk membangun sebuah komunitas pembelajaran. Setiap sekolah hendaknya meramu sendiri strategi yang terbaik bagi konteks sekolah bersangkutan.
Manfaat dari sebuah komunitas pembelajaran antara lain:
Memberikan kesempatan kepada guru untuk meningkatkan pengajaran mereka Mendorong siswa, guru dan orang tua untuk bekerja sama Menyediakan informasi dan pembelajaran kepada semua stakeholder Meningkatkan kualitas dan kedalaman berpikir Mendorong proses inkuiri dimana komunitas belajar bersama Membangun keterampilan untuk mengelola perubahan Menghubungkan sekolah dengan lingkungan yang lebih luas Menciptakan kaitan dan integrasi mata pelajaran di dalam kurikulum Menggunakan hasil assesmen yang menunjukkan bahwa siswa mengetui dan dapat melakukannya Terus menerus memeriksa apakah perkataan sesuai dengan perbuatan Menekankan pentingnya tempat untuk belajar Melaksanakan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan individu dan system Mendorong peningkatkan melalui program pengembangan Memeriksa kembali pandangan tentang pelaksanaan belajar-mengajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar